Sebuah Renungan

Di sebuah pulau terpencil……..
Jauh dari segalah peradaban , terpencil yang tak tersentuh.

Tinggallah 2 orang anak manusia , pria dan wanita, mereka terlahir di atas pulau itu , para orang2 tua mereka meninggal sebelum 2 anak itu mengenal lebih jauh tentang kehidupan ini secara lebih luas ….
Tumbulah sang anak menjadi dewasa , berpola tingkah secara alami, tanpa tersentuh apapun dari peradaban manusia seperti yang kita ketahui saat ini. Mereka besar dan beradaptasi terhadap lingkungan mereka yang hanya terdiri dari pantai, pohon2, binatang2, langit, tanpa ada manusia lain.
Mereka tidak mengenal patokan2 benar dan salah seperti kita ini, mereka berkitab alam.
Mereka membentuk pola budaya mereka sendiri , yang mungkin di mata kita mereka berkelakuan tak wajar.

Pada suatu ketika sang manusia itu bertanya2 …..bertanya terhadap dirinya sendiri mereka merenungi ….keadaan dirinya dan keadaan alam ini.

Bertanyalah sang manusia itu,
kenapa saya dan pasangan saya serta semua yang ada ini hadir disini ???
mengapa saya terlahirkan ? mengapa hewan2 itu terlahirkan dan termatikan ?
mengapa orang2 tua kami terlahirkan lalu termatikan ??
Ada apa dengan semua ini , bertanyalah berbagai pertanyaan dalam diri mereka
siapakah diri saya sebenarnya , saya terbedakan dari hewan2 dan tumbuhan2 ini
mengapa ini dan itu ada semua , kemanakah tujuan saya setelah saya binasa ?
Apakah dibalik semua ini ada yang mencipta ?

tiada apapun yang bisa menjawab pertanyaan2 mereka , karena mereka tak tersentuh oleh peradaban manusia2 seperti kita ini…
terus menerus sang manusia mempertanyakan tentang dirinya ini

hingga pada akhirnya …..
dalam sebuah bisikan jawaban , Allah yang maha adil , membuka batin mereka sebuah jawaban tentang rahasia semua ini, Allah yang maha kuasa hadir memberikan ilmuNya , sebuah tata kehidupan yang terbentang bagai sebuah kitab hadir tanpa tulisan ,suci tergelar semerbak di alam raya ini

gembiralah sang manusia itu , mengarungi hidup baru dengan “CINTA” :)))

note :
Kasih sayang Tuhan terbentang lebih luas dari alam raya ini , menembus segala batasan ruang dan waktu, sejauh mana mata memandang disanalah wajahNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: