Siap Tidak Capek

Seorang istri adalah pribadi yang sangat kuat.

Dengan ketekunannya bahkan dia akan sanggup memindahkan gunung sedikit demi sedikit.

Tidak kah engkau bayangkan betapa repot dan capeknya mereka.

Sebelum engkau bangun, dia sudah rapi dan manis demi engkau agar engkau merasa senang. Dia sudah menyiapkan segala kebutuhan mu ketika baru bangun tidur. Handuk, kemeja, pakaian bersih sudah tersedia. Sarapan pagi pun sudah tersedia ketika engkau masih terlena dalam tidurmu. Anak-anakmu pun sudah dia buat wangi dan rapi ketika engkau masih nyeyak dalam lelapmu. Segala perlengkapan kantor mu sudah rapi dan bersih, seakan tak pernah dipakai. Sepatu, kaos kaki, tas, kemeja, dasi, celana, dll.

Tak tahukah engkau siapa yang menyiapkannya.

Ketika engkau berangkat meninggalkan rumah, engkau masih bisa istirahat sejenak di dalam kendaraan, tidur, sambil menunggu ke tempat kerja. Mendengarkan musik lewat HP atau bermain game melepaskan penat adalah salah satu kebiasaanmu.

Sementara isteri mu, sesaat setelah engkau berangkat dia harus menyingsingkan baju. Membersihkan rumah agar selalu dalam keadaan bersih dan rapi serta sehat. Membersihkan dan mencuci pakain-pakaian seluruh anggota keluarga. Membeli segala kebutuhan masak dan makananmu. Memasak dengan anggaran yang engkau batasi, tetapi engkau menuntut selalu enak dan berganti-ganti menu. Mengurus segala keperluan anak-anakmu. Mendidik mereka, mengasuh mereka, mengawasi si kecil yang masih bayi. Tanpa ada kesempatan istirahat, tidur, mendengarkan musik, bersantai. Tak lagi memikirkan kepentingan pribadi, keluarga yang utama. Anak dan suami serta seluruh penghuni rumah menjadi tuannya.

Kepentingan pribadi menjadi nomor kesekian….

Semuanya harus sudah siap ketika dibutuhkan.

Ketika engkau datang, dia sudah segar kembali, mandi dan sudah wangi. Tak tampak tanda keletihan di wajahnya, agar engkau merasa senang.

Hanya demi dirimu. Ketika engkau pulang engkau sudah mendapati semuanya tersedia. Rumah bersih dan harum. Anak-anak mu pun terurus rapi.Makanan, minuman dan cemilan kesukaanmu sudah siap disantap.

Tidak kah engkau membayangkan, bahwa makhluk yang engkau pandang lemah mampu melakukannya semua. Setiap hari. Tak ada waktu istirahat atau hari libur. Bahkan dia pun harus tidur lebih malam, menunggu engkau dan anak-anakmu tidur terlebih dahulu. Engkau mungkin masih bisa istirahat, di kantor, di perjalanan, bahkan hari libur pun engkau tidak mau diganggu dengan alasan untuk beristirahat.

Tetapi mereka tidak memilikinya. Engkau bahkan tidak mempedulikan kala mereka sakit, engkau tetap menuntut semuanya semua seperti sedia kala.

Bahkan dikala mereka hamil anakmu engkau tetap menuntut hal yang sama. Tidak ada istirahat, dan engkau pun tidak menghargainya sama sekali.

Ketika engkau mencoba menggantikan tugasnya diwaktu hari libur, engkau baru merasakan kelelahan, padahal tidak semua tugas engkau gantikan, hanya beberapa saja. Engkau sudah mengeluh. Tidak kah engkau mampu membayangkan semua kesulitan dan kecapekan yang mereka derita… Tetapi engkau malah mengklaim dirimulah paling capek dan harus diperhatikan, dipijat, diurut, dibalsem, dilayani, dll.

Tidakkah engkau memikirkan?

Siapa sebenarnya yang lebih capek?

Tak ada makhluk yang sangat kuat dan hebat dibanding para wanita.

One Response to “Siap Tidak Capek”

  1. Bun, ini curhatnya bunda atau ngingetin para suami dan calon suami sih…???
    tapi apa yg bunda bilang bener kok…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: