Kebaikan : Relatif atau Mutlak ?

Kebaikan….

Kebaikan adalah hal yang absolute.

Ukuran absolute dari kebaikan adalah jelas….

Umumnya dalam kehidupan saat ini (kehidupan jasadi) pengukuran kebaikan lebih banyak ke arah kebaikan relatif.

Kita akan mengatakan seseorang itu baik jika dibandingkan dengan orang lain atau kategori tertentu. Si A itu baik karena si A lebih baik dari rata-rata penduduk di lingkungan A. Si B pintar, karena nilainya diatas rata-rata kelasnya.

Dari kebaikan relatif ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjadi baik:

1. Mengungguli semua orang didalam kebaikan – butuh potensi dan usaha besar.

2. Membuat orang lain menjadi jelek, sehingga kita kelihatan baik

3. Menampakkan keburukan-keburukan orang lain, agar kita tampak lebih baik

4. Menampakkan kebaikan-kebaikan untuk mengungguli orang lain.

Kalau dianalisa lebih detail maka point 2-4 bukanlah suatu kebaikan absolute. Tetapi inilah yang sering kita lakukan, karena usaha dan energi yang diperlukan tidak terlalu besar. Makanya sering kita menonjolkan diri, bergunjing, bangga diri, cari perhatian, dll. Tetapi nilai kebaikannya adalah kosong. Apel busuk ya tetap apel busuk, meskipun di bungkus sedemikian rupa agar tampak tidak busuk. Bahkan dengan melakukan poin 2-4, maka sebenarnya keburukan yang kita lakukan, bukan lagi kebaikan lagi, jadi nilainya malah minus.

Tapi kalau mau ditelaah lebih detail sebenarnya semua manusia ingin menjadi baik, itu segi positifnya. Hanya mungkin caranya saja yang kurang tepat untuk menjadi baik.

Untuk nomor 1, bila hal ini dilakukan maka itu juga disebut kebaikan. Tapi masih dalam hal kebaikan relatif. Sedang yang perlu dicari atau dicapai adalah kebaikan mutlak itu sendiri.

Nah ini yang berat.

Kita harus tahu dulu apa itu kebaikan, mana mutlak, mana relatif, trus cara menempuhnya, apa saja yang perlu dipersiapkan, tingkah yang disebut baik absolute, lintasan hati dan perasaan, dst….

Secara akal tentu kita akan mengatakan bahwa kebaikan mutlaklah yang disebut sebagai baik itu sendiri. Dan kita pada umumnya adalah pingin menjadi baik, hanya jangan sampai terjebak pada kebaikan relatif.

Selamat menuju kebaikan.

AB12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: