Pangeran Yang Terasing : Imam Ali Ridha-2

Si Katolik berkata : Wahai Khalifah, bagaimana mungkin aku berargumentasi dengan orang yang aku tidak mengakui kitabnya dan juga kenabiannya ? Bisakah kamu tunjjukan dua orang saksi selain kelompokmu dan mereka juga diakui dari kalangan kami ?. Imam Ali Ridha menjawab : Baik. Aku akan beri hujjah sesuai kesaksian Yohannes Dailami dalam Injil. ‘ Ia adalah orang orang yang sangat cinta kepada Al-Masih ‘ ujar si Katolik. Lalu Beliau bertanya : ‘ Saya bersumpah atasmu, apakah ada di dalam Injil dikatakan bahwa Yohannes berkata ‘ Al-Masih telah menceritakan kepadaku akan hadirnya sebuah agama di Tanah Arab yang akan muncul setelahku. Maka aku [Yohannes] kabarkan kepada Hawariyyun dan mereka beriman dengan nya.

Katolik itu menjawab : ‘ Ini memang ada..Al Masih menceritakan akan kenabian seseorang dan juga tentang washi [penerima wasiat] nya. Namun Yohannes belum menceritakan kepada kami kapan itu terjadi dan sampai hari ini kami belum menemukan kaum tersebut. Imam berkata lagi : ‘bukankah engkau sering membaca Injil ? Maka bukalah bagian ketiga…dan lihatlah pasti ada penyebutan Muhammad dan Keluarga serta umatnya. Jika engkau dapati itu maka bersaksilah….dan jika tidak maka tidak usah bersaksi kepadaku. Si Katolik kemudian membuka Injil itu dan membaca bagian yang di suruh oleh Ali Ridha.

Imam berkata : ‘Ini adalah perkataan Isa Ibn Maryam. Jika engkau ingkari maka engkau harus di bunuh karena telah mengingkari Tuhanmu, Nabimu dan kitab mu sekaligus…Katolik itu terdiam..lalu dia bertanya lagi : ‘Jika engkau tau tentang Injil, maka ceritakan kepadaku tentang Hawariyyun, dan ulama Injil. Berapakah jumlah mereka ?. Imam menjawab : “Hawariyyun berjumlah dua belas orang, yang paling mengerti, paling agung dan paling pandai adalah Lukas. Adapun ulama Injil, mereka berjumlah 3 orang : Yohannes Akbar, Yohannes Baqaqisiya, Yohannes Dailami. Dari mereka lah terdapat penyebutan Nabi Muhammad SAAW dan Keluarga serta para umatnya. Dia lah yang memberitahukan ttg itu kepada Umat Isa dan Bani Israil. Lalu Imam Ali Ridha melanjutkan…’ Demi Allah, kami benar2 beriman kepada Isa yang terlah beriman kepada Muhammad SAAW, dan kami tidak membenci Isa sedikitpun kecuali kelemahannya,sedikit shalatnya dan sedikit puasanya.

Mendengar kalimat terakhir itu si Katolik berang dan berkata : ‘Apa ? Demi Tuhan, engkau telah merusak ilmumu dan melemahkan kemualiaanmu…sebelum nya aku telah mengira bahwa engkau adalah orang yang paling alim [berilmu] diantara sekelompok Muslimin. Ketahuilah, Isa selalu berpuasa, selalu bangun malam untuk zikir dan selalu bekerja untuk memenuhi hidupnya. Mengapa engkau berkata sebaliknya ? Lalu Imam Ali Ridha tersenyum dan bertanya : ‘ Lalu untuk siapa ia melakukan itu ?. Si Katolik terdiam….[benaknya di penuhi kekacauan logika. Untuk siapa Isa melakukan itu semua….bukankah Isa adalah Tuhan itu sendiri…]. Belum sempat ia menemukan jawaban itu…Imam bertanya lagi : ‘tidak kah engkau mengetahui bahwa Isa dapat menghidupkan orang mati atas Izin Tuhan nya ?. Si Katolik menjawab : ‘o tidak. Saya tidak sepakat dengan itu. Isa dapat menghidupkan orang mati dan dapat menyembuhkan kusta karena ia adalah Tuhan itu sendiri, sehingga layak untuk disembah ‘. Imam menjawab : ‘Yusa’ [Nabi Ilyas] pun dapat melakukan hal serupa. Ia dapat berjalan diatas air, menyembuhkan kusta dan dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak ada di kalangan umatnya yang menyembah dirinya ?. Begitu juga Musa as…ia telah menghidupkan tiga puluh lima ribu [35.000] umatnya setelah 60 tahun mereka meninggal.

Imam melirik kaum Yahudi dan berkata : ‘Apakah kalian menemukan di Taurat bahwa di antara pemuda Bani Israil yang telah terpilih di tolong dari pengasingan Bani Israil ketika menyerang Baitul Maqdis, kemudian ia pergi ke Babil sehingga Tuhan mengutusnya kepada mereka dan menghidupkan mereka. Ini tertulis dalam Taurat dan tidaklah yang menolaknya kecuali dia kafir di antara kalian ‘. Yahudi menjawab : ‘ benar, kami iman kepada peristiwa itu ‘. Imam kemudian membacakan ayat2 tersebut sampai tuntas yang membuat orang Yahudi itu terkagum-kagum. Imam kemudia melanjutkan : ‘wahai Kristen..mereka adalah umat2 yang ada sebelum kedatangan Isa..”.

Imam melanjutkan…Orang-orang Quraisy telah datang memohon kepada Rasul SAAW agar menghidupkan orang-orang yang sudah mati dari kalangan terdahulu. Lalu Rasul bersabda kepada ALi : ‘pergi lah engkau ke sebuah tempat pemakaman mayat, dan panggillah nama-nama mereka yang diminta untuk di hadir disini. Atas kebenaran Kenabian Muhammad dan izin dari Allah Azza WaJalla, bangunlah kalian. Maka bangunlah mereka sambil menenteng kepala-kepala mereka..kemudian persilahkan lah orang-orang Quraisy ini bertanya kepada mereka tentang kisah-kisah masa lalu. Kemudia mayat2 itu semuanya bersaksi akan kebenaran Kerasulan Muhammad. Wahai Nasrani..maukah engkau kuceritakan bagaimana banyak para Nabi mampu menghidupkan yang mati atas izin Allah ? Imam berkata…Si Nasrani menjawab : ‘ya.

‘ Sesungguhnya ada suatu masa ketika Bani Israil pergi meninggalkan negerinya untuk menghindari penyakit tha’un, sementara beribu-ribu lainnya pergi karena takut mati. Lalu Allah mematikan mereka sesaat, maka penduduk itupun hilang semua. Lalu melintaslah sekelompok orang Bani Israil bersama seorang Nabi mereka di negeri itu. Mereka terkejut melihat banyaknya tulang-tulang berserakan disana-sini. Lalu Allah mewahyukan kepada Nabi itu : ‘ maukah kuhidupkan kembali mereka agar menjadi pelajaran bagi kalian ? ‘. Ia menjawab : ‘ baik Tuhan ku ‘. Lalu Nabi itu berhenti sejenak dan mengucapkan ‘ wahai tulang-tulang yang berserakan, bangunlah kalian atas izin dari Allah Azza Wa Jalla ‘. Maka tiba-tiba mereka hidup kembali sambil menenteng kepala-kepala mereka.

Berikutnya adalah kisah Ibrahim. Sang Kekasih Allah itu memotong-motong bagian-bagian tubuh seekor burung dan meletakkannya di tiap-tiap gunung. Lalu atas izin Allah..Ibrahim memanggil dan menyaksikan bagaimana burung-burung itu bisa menyatu dan terbang kembali. Juga Musa ibn Imran dan tujuh puluh sahabatnya yang telah terpilih ke sebuah gunung dan mereka meminta kepada Musa agar mereka di perlihatkan wajah dari Allah Azza Wa Jalla. Padahal Musa katakan bahwa ia sama sekali tidak pernah melihat wajah dari Tuhannya. Sahabat2 ini mengatakan ‘ kami tidak akan beriman sebelum kami melihat wajah Tuhan ‘. Lalu Musa mengadukan masalah ini kepada Tuhan, dan akhirnya menyambarlah petir kepada mereka dan matilah mereka semua kecuali Tuhan. Nabi Musa sedih akan peristiwa ini. Ia khawatir akan diasingkan oleh kaumnya karena ia pergi bersama mereka dan pulang seorang diri. ‘Ya Allah, aku telah memilih 70 orang dari mereka. Namun kini aku akan pulang seorang diri. Bagaimana umatku nanti mau percaya kepadaku…dengan apa alasan ku atas kematian mereka ini ?. Jangalah hancurkan kami atas kebodohan orang-orang ini…Lalu atas izin Allah, mereka-mereka yang mati itu akhirnya bisa hidup kembali.

Semua yang kuceritakan ini ada dalam kisah yang termuat dalam kitab-kitab terdahulu. Para Nabi tidaklah patut disembah karena ia menghidupkan orang mati, menyembuhkan lepra, berjalan di atas air dan semua mukjizat yang mereka miliki adalah atas izin Allah Tuhan mereka. Tidaklah dengan itu maka mereka juga adalah Tuhan….Lalu si Kristen berujar :’benar…tiada selain Allah..” [bersambung..]

a-k

One Response to “Pangeran Yang Terasing : Imam Ali Ridha-2”

  1. kapan lanjutannya lagi msh banyak g

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: