DEAD FOR LIFE

Bissmillahirahmanirahiim,

Raut wajah manusia kontan membentuk formasi ceria seperti mawar merekah indah ketika telinga mendengar kelahiran dengan selamat dari sang terkasih. Sebaliknya saat telinga mendengar berita kematian yang tersayang, rasanya berita itu bak seperti guntur yang menghujam dada hingga menumpahkan air mata.

Setiap hari kita mendengar kelahiran dan kematian (“ih kae yang mau sensus penduduk ya ^_^”). Ngomong ngomong tentang kelahiran dan kematian, tidakkah manusia berpikir tentang renungan kelahiran, dari mana manusia itu datang hingga tumbuh dan berkembang, dan waktu kematian pun setiap saat siap menerjang. Tdakkah manusia berpikir juga tentang renungan kematian (“eh tapi bukan kae renungan pemakaman dalam serial naruto lho”) kemana ruh pergi?,

Manusia seperti kita ketahui merupakan makhluk Allah berupa ruh yang berjasad. Jasad di bentuk dari bahan dasar tanah dan nanti dikubur dalam tanah, berarti itu hanya berupa pengembalian ke asal semula. Sedangkan ruh kemana pergi? Dimanakah alam kubur sebenarnya? Oh ya, ada dua kalimat di koran yang sangat populer, anda bisa memilih mana yang anda setujui : pertama ada kalimat seperti ini “Telah meninggal dunia SAYA dengan umur bla bla bla…” Sedang kalimat yang kedua “Telah berpulang kerahmatullah SAYA dengan umur bla bla bla…” Disini jelas ada dua statemen, pertama menjelaskan tentang ketiadaan manusia dengan jalan meninggal, yang kedua tentang kembali ke asal atau pulang ke asal. Silahkan anda pilih.

Pernah para sahabat bertanya kepada Rasul “Siapakah yang paling cerdas?”, Rasul Muhammad menjawab “Sesungguhnya manusia yang paling cerdas adalah mereka yang selalu mengingat mati” Dan kita ketahui hadits menyebutkan “matilah kamu sebelum mati”, tapi jangan dikira mengingat kematian itu bisa membuat suasana menjadi horror. Misal dengan mengubah suasana rumah menjadi angker. (aduh ngeri deh hidup ni klo gitu)

Jadi gimana dong?

Hem kita persepsikan mati itu apa. Mati bukanlah proses ketiadaan melainkan proses hidup itu sendiri, dimana setelah mati kita akan mendapat hasil yang kita tanam selama di dunia. Apakah kita harus melepas kebahagiaan di dunia?

Oh tidak, saya yakin Allah akan memberi pintu kebahagiaan di dunia dengan kunci keikhlasan. Bahkan banyak dari manusia yang tidak takut mati malah hidup cemerlang, Kita lihat para pejuang yang rela berkorban. Berbeda dengan seseorang yang yang takut dengan mati, justru mereka terkubur sebelum namanya di tuliskan dalam nisan mereka telah mati sebelum mati.

Jadi “matilah sebelum mati agar hidup lebih hidup”.

Ebayy^_^

5 Responses to “DEAD FOR LIFE”

  1. Suatu saat, Saidina Ali kw mendatangi rumah sahabat nya yang wafat. Ia berpesan kpd keluarga musibah….” Janganlah kalian bersedih. Jika selama ini ia pergi dan kalian menunggu nya pulang di rumah, maka sekarang ia pergi dan menunggu kalian di {alam} sana “.

  2. Diriwayatkan : Annaasu niyaamun idza maatu intabahu, Manusia saat ini sedang tidur, ketika mati barulah dia bangun. Apa yang kita lihat saat bangun kita saat ini mulai (teknologi, kesenangan, peradaban, dll) adalah ibarat mimpi kita saat kita tidur jika dibandingkan dengan saat kematian itu. Betapa realitas baru terbuka saat mati, seperti terbangun saat mimpi. Hanya ahlinya yang tahu dan mampu merasakan “realitas” itu saat ini. Cuman kita menganggap itu hanya sebatas “berita”, sehingga kurang berdampak pada perilaku kita (mungkin kita bisa lihat perilaku manusia mulia yang sudah melihat “realitas” itu -> ada di banyak referensi dan berita).
    Hanya yang terbaik yang bisa kita minta. Jika kematian adalah hal terbaik untuk kita maka segerakanlah (salah satu bait doa Imam Husain).

  3. Salam,

    Ada satu lagi syair kematian dari Hussein as yg sangat indah…” Andai dunia ini masih dianggap berharga, bukankah akhirat itu jauh lebih berharga dan mulia. Andai jasad ini memang diciptakan untuk mati, maka bukankah mati di jalan Allah lebih mulia..” ( Lantunan Akhir beliau di Karbala )

  4. berat sekali blog ini
    sulit yustin memahami
    thx untuk semua simpati dan puji

    salam damai……yustin

  5. dr.saidi Says:

    salam,

    ana pernah baca buku pengarangnya Najaf Kucani berjudul “PERJALANAN SETELAH KEMATIAN”. di situ di uraikan tentang kisah nyata soerang ulama dari iran.

    Bahwa setelah manusia mati dan di kubur, maka pertama2 manusia itu di datangi oleh 2 makhluk yang membawa seperti pukulan yang sangat besar dan ber api-api dan di tanya ttg siapa Tuhan dan Nabi dan Imam nya.

    setelah itu manusia itu melakukan perjalanan hidup kembali di alam barzah tersebut, tetapi perjalanan itu merupakan hakekat perjalanan kita di alam dunia.

    manusia punya 2 teman disana, yang satu baik yg suka mengarahkan ke jalan yg lurus sesuai hakekat amalan baik (teman ini merupakan manifestasi amalan baik di dunia) & yg satu lagi yg jahat yg suka mengarahkan kita ke jalan yg berliku2 dan berbatu yg sangat tajam, rumput2 berduri,buah2an yang berduri berisi bangkai dan nanah sangat bau bahkan berisi api, panas sangat2222 terik yg matahari sangat dekat dll. sesuai hakekat amalan buruk (yg ini manifestasi amalan buruk di dunia).

    cth : setiap perbuatan buruk di dunia, maka manusia di arahkan teman yg jahat di barzah td dan manusia pasti ikut ke perjalanan yg sangat melelahkan, haus, lapar dsb yg berbatu tajam, rumput2 berduri , matahari sangat dekat, di beri oleh teman yg jahat minuman dan buah2an berduri berisi bangkai/nanah/api dll.

    sekian, benar tdknya wallahu a’lam. setidaknya ada gambaran dan hakekat adalah benar adanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: