Kemenangan Baru Hizbullah

Nama Hizbullah kembali bergema di dunia Arab dan dunia Islam. Negosiasi berbulan-bulan menyangkut pertukaran tawanan berbuah kemenangan telak bagi Hizbullah. Semua pihak, kawan maupun lawan, mengakui kelihaian Hizbullah memainkan kartu-kartunya selama bernegosiasi dengan Israel.

Sepertinya kata-kata Sayyid Hasan Nashrullah pada tahun April 2000 lampau selalu saja menjadi kenyataan. Dalam pidato menyambut hengkanya pasukan Israel dari Lebanon Selatan, Nashrullah menyatakan, “Masa-masa kekalahan telah berlalu, dan kini tibalah masa kemenangan demi kemenangan.”

Dua tahun silam, tepatnya 12 Juli 2006, Hizbullah menculik dua tentara Israel: Ehud Goldwasser dan Eldad Regev. Beberapa jam setelah operasi penculikan, Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nashrullah, menggelar konferensi pers. Dengan tegas dia menyatakan bahwa kedua tentara itu tidak akan bisa pulang kecuali lewat negosiasi tidak langsung. “Saya katakan bahwa dua tentara ini tidak akan kembali kecuali dengan negosiasi tidak langsung. Tak ada kekuatan mana pun di dunia ini yang bisa mengembalikan mereka kecuali negosiasi tidak langsung. Wassalam!”

Saat seorang wartawan menyatakan kemungkinan respons militer Israel atas operasi penculikan itu, Nashrullah tersenyum simpul. “Kita semua tahu bahwa pimpinan Israel sekarang ini adalah wajah-wajah baru. Mulai dari PM sampai pimpinan militer yang ada belum mengenal Lebanon. Mungkin saja mereka berpikir tidak realistis dan berpetualang yang merugikan mereka sendiri. Lebih baik mereka berkonsultasi dengan semua pemimpin Israel yang pernah merasakan pahitnya serangan militer Israel ke Lebanon.”

Tapi Ehud Olmert justru keluar dari sidang kabinet terbatas bidang keamanan dengan ultimatum: “Kedua tawanan itu harus dikembalikan tanpa syarat apapun. Bila para teroris tidak melakukan tuntutan ini dalam 72 jam mendatang, maka kita akan porak-porandakan seluruh infrastruktur mereka.”

Pagi 14 Juli, Olmert kembali menggelar konferensi pers. Nada bicaranya semakin berapi-api. “Saya sudah menginstruksikan seluruh jajaran militer untuk melakukan serangan mematikan ke sarang teroris. Tujuan serangan ini adalah mengembalikan kedua tawanan, menghancurkan infrastruktur militer dan komunikasi Hizbullah dan membunuh pimpinan tertingginya.”

Tak lama setelah itu, pesawat-pesawat tempur Israel memulai serangan membabi buta ke seantero Lebanon selatan. Tak seorang pun bisa menutup mata atas kebrutalan serangan militer Israel. Menurut laporan PBB, bom yang dijatuhkan Israel dalam 33 hari itu menyamai kuantitas bom yang digunakan dalam masa setahun Perang Dunia II. Tapi tokh kita sudah tahu hasil akhir perang itu: kemenangan Hizbullah atas Israel.

Israel terguncang. Kian lama guncangan itu kian terasa berat bagi entitas zionis itu. Dan puncaknya, sebuah komisi khusus yang dibentuk untuk menyelidiki hasil-hasil perang dengan tegas menyimpulkan berbagai kegagalan militer Israel dalam aspek strategis, taktis, logistik, propaganda media dan lain sebagainya.

Hizbullah kembali meminta Israel untuk melakukan negosiasi tidak langsung untuk pertukaran tawanan. Sekjen PBB menunjuk seorang mediator Jerman, Gerhard Conrad, untuk memediasi negosiasi antara Hizbullah dan Israel. Conrad memang orang yang dipilih kedua belah pihak, karena dia memiliki kontak khusus dengan Hizbullah dan dipercaya oleh Israel. Pada pertukaran tawanan antara Hizbullah-Israel tahun 2004 lalu, Conrad berhasil mengukuhkan kredibilitasnya di mata kedua pihak.

Negosiasi berjalan alot dan berlarut-larut lantaran Israel menuntut Hizbullah membiarkan tim Palang Merah Internasional untuk menemui kedua tentara yang diculik tersebut. Berbagai organisasi kemanusiaan internasional juga menekan Hizbullah untuk mengizinkan bagi tim kemanusiaan PMI untuk menjenguk keduanya.

Tapi Hizbullah menolak. Hidup-mati kedua tawanan ini adalah bagian dari poin negosiasi yang terus dikemukakan Hizbullah. Dalam berbagai negosiasi tertutup antara pihak Hizbullah yang dikepalai oleh Wafik Shafa, Kepala Dep. Koordinasi Hizbullah, selalu ada penekanan bahwa nasib kedua tawanan itu bakal semakin menderita bila pihak Israel mengulur-ulur waktu.

Di dalam negeri, keluarga kedua tentara itu terus mendesak pemerintah Olmert untuk menuntaskan krisis tawanan dengan berbagai cara. Akhirnya sebuah keputusan bulat diambil kabinet Israel yang terdiri atas koalisi berbagai partai itu menyetujui kesepakatan pertukaran tawanan antara Hizbullah dan Israel.

Hari-hari setelah kesepakatan diumumkan, media massa Israel masih mengesankan bahwa kedua tawanan itu hidup, sekalipun ada dugaan kuat bahwa keduanya telah mati. Kepastian kematian keduanya telah menusuk hati publik Israel, lantaran harga yang harus mereka bayar sangat tinggi. Apalagi, sejak lama Israel telah menegaskan bahwa Samir Kuntar, pejuang yang dikenai 5 kali masa tahanan seumur hidup plus 87 tahun masa tahanan tambahan itu, tidak akan dilepas dengan harga apapun.

Dalam pidato sambutannya kemarin, Samir Kuntar juga menyatakan bahwa sejumlah pejabat tinggi Israel menyatakan padanya bahwa Allah belum menciptakan orang yang mampu membebaskannya. “Kini, malam ini, saya akan katakan padanya bahwa Allah telah menciptakan ribuan yang jika berkehendak, mereka berbuat segalanya untuk mewujudkannya; jika berkata, mereka jujur; dan jika berjanji, mereka menepati.”

Berbagai tokoh Arab menyambut kemenangan Hizbullah kali ini sebagai yang terbesar, karena hanya Hizbullah yang berhasil menuntaskan kasus tawanan dengan Israel secara meyakinkan. Dibanding kemenangan militer tahun 2006, kemenangan pertukaran tawanan ini memiliki nilai moral, humanitarian, simbolis dan politik yang lebih besar. Hasil ini menunjukkan bahwa Hizbullah bukan hanya mampu bertempur, tapi juga lihai berdiplomasi dan bernegosiasi di pentas global.

Bagi Sayyid Hasan Nashrullah sendiri, hasil ini menunjukkan pada dunia Islam secara khusus dan dunia secara umum bahwa pemimpin yang tulus bisa memenuhi semua janji yang diucapkannya. Allah pasti membantu mereka menepati janji dan tekadnya.

a-k

sumber : http://www.musakazhim.wordpress.com

One Response to “Kemenangan Baru Hizbullah”

  1. dr.saidi Says:

    hidup hizbullah……………, tolak zionisme.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: