Mumkinul Wujud

Chapter 5 :

Mumkinul wujud

(di penghujung pelajaran)

M : Pak mau tanya apa itu mumkinul wujud?

G : Mumkinul wujud adalah wujud yang mungkin. Yang keberadaannya tergantung pada wujud lain, dalam hal ini wajibul wujud.

M : Manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta itu termasuk mumkinul wujud ya?

G : Betul….

M : Pak ada yang bilang bahwa tuhan / wajibul wujud itu hanya penting di awal saja.

G : Maksudnya?

M : Iya pak. Dia hanya menciptakan saja, selanjutnya secara alami akan berjalan seperti sekarang.

M : Gimana pak menurut pendapat bapak?

M : Iya sekarang wajibul wujud sudah tidak bekerja, dan berfungsi. Semua kegiatan terserah pada kita saat ini. Kita sekarang tidak bergantung pada wajibul wujud.

G : Begitu ya, menarik-menarik. Kayaknya kita bahas ini saja ya sebagai topik kali ini.

G : Kalau begitu kita mulai saja, mumpung ada sedikit waktu sisa sebelum bel pulang. Ada yang mau kasih tanggapan atas masalah tadi?

M : Menurut saya tidak begitu pak. Meskipun mumkinul hanya bergantung di awal penciptaan saja, tetap saja bergantung. Jadi jika tidak diciptakan awalnya, saat ini pun tidak akan ada.

M : Betul – betul….

M : Tetapi berarti sekarang kan kita sudah tidak memerlukan wajibul wujud lagi kan?

M : Ya tidak begitu.. Kalau tidak ada sebab awal, maka sekarang pun tidak akan ada. Artinya kita tetap butuh sebab awal tadi.

M : Saya sepakat akan butuh sebab awal, tetapi yang ingin saya tekankan adalah kalau sebab awal sudah ada dan terjadi, dan buktinya sudah terjadi kan. Nah sekarang ya sekarang, dulu ya dulu. Sekarang kita sudah tidak membutuhkan sebab lagi.

M : Atau dengan kata lain sekarang kita sudah tidak membutuhkan tuhan lagi. Tuhan adalah masa lalu.

M : ??? (bingung)

M : Ya tidak bisa begitu. Kalau tidak ada masa lalu, masa sekarang pun tak ada. Berarti kita tetap bergantung pada masa lalu, dan bergantung pada tuhan (wajibul wujud).

M : Mana nih yang betul????

M : Kita voting aja deh….

M : Huuuuuuuuuu

M : Kebenaran tidak bisa diukur dari jumlah yang sependapat lho….

M : iya betul itu. Meski banyak yang sepakat, kalau hal itu tidak benar ya tetap saja tidak benar….

M : Jadi bagaimana?

M : ????

M : Tanya pak guru saja deh, barangkali bisa kasih petunjuk seperti biasa.

M : Gimana pak…

G : Hayo tidak boleh nyerah duluan, katanya diskusi… ini bukan one point lesson lho…. coba gali lagi pemikirannya….

M : ??? (makin hening… tetapi semua murid nampak semangat)

M : Tuhan is history…

M : No history no present.

M : (hening lagi…)

G : Ada yang tahu kulkas ?

M : tahu………

G : Kenapa suhunya dingin?

M : Namanya aja mesin pendingin, ya pasti dingin …

M : Ha ha ha ha

G : Kenapa kok dingin terus?

M : Karena ada listriknya

M : Ya karena di desain seperti itu

M : ada kompressornya pak

G : Kenapa panas setrika bisa tetap stabil?

M : Ada pengaturnya..

M : Ada saklar otomatisnya pak.

M : Karena di dalamnya ada termo kopelnya, yang akan bekerja pada suhu tertentu. Jika melewati suhu yang telah ditentukan maka arus listrik mati, jika suhu belum sampai pada suhu yang ditetapkan, maka arus listrik akan menyala.

G : Bagus-bagus, nilai fisika kalian emang bagus. Kenapa botol aqua (bukan promosi lho) ukurannya bisa sama?

M : Karena memang dicetak sama pak?

M : Pada suhu yang sama

M : Dengan material yang sama

G : Apakah cetakan, suhu dan materialnya harus selalu sama?

M : Setahu saya begitu, bila ingin mendapat ukuran botol yang sama

G : Apakah itu terjadi pada masa lalu saja?

M : Untuk menghasilkan produk yang sama, maka semuanya harus pada kondisi yang sama, baik dulu, sekarang atau masa datang?

G : ???? NAH !!!

M : Iyah pak, kami menyadari sekarang.

M : Betapa bodohnya kami

M : Alhamdulillah, yang telah sedikit memberi kami cahaya.

G : Alhamdulillahi robbil alamin.

G : Tahukah kalian, argumen tentang no history no present teman kalian tidak salah.

G : Saya hanya menambahkan beberapa yang sangat dirasakan hubungannya dengan masa kini.

M : Iya pak.

G : Nah apakah kalian pikir tidak ada yang menjaga bumi tetap beredar pada edarannya?

G : Langit tidak runtuh, Atmosfir yang selalu menjaga bumi, tidak ada yang menahannya?

G : Air yang selalu jatuh kebawah?

G : Proses penguapan air dan proses terjadinya hujan?

G : Bukankah cetakan hewan selalu tetap? Jerapah ya lehernya panjang. Meski sudah jutaan kelahiran?

G : Bukankah padi juga selalu bisa diandalkan. Dimana petani menyemai bibit, dan setelah beberapa bulan akan keluar bijih padi lagi?

G : Tidak kah kalian lihat bensin selalu bisa dipakai sebagai bahan bakar? Apa yang kalian pikir yang memastikan bahwa bensin bisa selalu terbakar? Tidakkah kalian mempelajari bahwa pembakaran selalu bergantung pada udara, nyala api, oksigen, tekanan udara, gravitasi bumi, dll? Apakah tidak ada yang menjaganya tetap pada proses demikian

G : Kemudian lihat diri kalian masing-masing.

G : Pegang dada kalian.

G : Pegang terus. Sampai kalian merasakan denyut jantung kalian.

G : Sudah merasakan….

G : Pejamkan mata kalian bila belum dapat merasakan.

G : Nah saya pikir semua sudah merasakan denyut jantung kalian sekarang.

G : Sekarang suruh jantung kalian berhenti berdenyut!

G : Suruh sekarang.

G : Suruh berhenti!

G : Ada yang bisa???

M : (semua menggeleng)

G : Bahkan jantung kalian tidak mau mengikuti perkataan kalian.

G : Tidak kah ada yang mengaturnya saat ini, apakah wajibul wujud hanya berlaku dimasa lalu?

G : Belum lagi peredaran darah, pencernaan, indra-indra, syaraf-syaraf, otak, dll. Jika kalian melihat diluar tambah hebat lagi, pepohonan, tumbuhan, binatang, sungai, bumi, atmosfir, matahari, tata surya, bulan, bintang. Makhluk tampak, makhluk tak tampak, semua dijaga agar kita bisa tetap hidup…

M : (ada yg terisak haru)

M : (hening)

G : (setelah beberapa lama) Sebetulnya sudah sangat jelas ada tanda-tanda pengaturan di alam semesta ini termasuk di dalam diri kalian saat ini.

M : Pak maaf, boleh tanya pak…

G : Iya silahkan.

M : Bagaimana kalau ada sebagian yang bilang itu adalah proses alami, jadi yang bekerja adalah alam?

G : Gimana yang lain? Coba sambil ingat-ingat contoh bapak sebelumnya?

M : Iya pak, ada yang bilang sebagai kekuatan alam. Jadi dari sononya sudah dibuat hukum yang akan bekerja selamanya…

M : Saya pikir itu adalah klaim yang kosong.

M : Maksudnya?

M : Apakah alam itu? Apa juga proses alami itu? Makhluk apa sih alami itu?

M : Iya itu tadi terjadi begitu saja, menurut hukum alam…

M : Sangat tak masuk akal… Jelas kelihatan sekali kacaunya pemikiran itu.

M : Apakah ada sesuatu yang bisa terjadi dengan sendirinya?

M : Dan siapa yang menciptakan hukum alami tadi, dan siapa pula yang menjaga bahwa semua hukum alami tadi tetap berjalan?

M : Bahkan lemari es untuk dingin pun ada proses dan sistem yang mengontrolnya.

M : Iya suatu klaim yang sangat bodoh…

M : Ya ya ya, saya sih sudah menyadarinya. Hanya menyampaikan pendapat dari beberapa orang aja.

G : Oke sudah-sudah, tak apa-apa. Ini diskusi lho. Dan kita adalah teman…

G : Jadi kalau mau dicontohkan sederhana, kita dan seluruh alam ini ibarat lampu yang dinyalakan seseorang.

G : Sekali saja, tombol saklar dimatikan. Maka mati lah lampu itu, akibat tidak adanya aliran listrik.

G : Bahkan ketergantungan kita akan wajibul wujud, mungkin lebih hebat dari ketergantungan lampu atas listrik tadi….

G : Mungkin di rumah kalian bisa merenungkan sendiri tentang ketergantungan seluruh alam semesta, atau mungkin ambil contoh betapa tergantungnya seluruh organ tubuh kalian…. kepada wajibul wujud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: