Tahu Tidak Berarti Memaksa

Chapter 9 :

Tahu Tidak Berarti Memaksa

M : Pak saya tanya pak?

G : Ya. Silahkan.

M : Dari diskusi sebelumnya saya ada yang agak bingung. Begini pak karena wajibul wujud itu kan Maha sempurna.

G : Yah betul.

M : Nah hal itu juga berarti Dia maha tahu juga. Bahkan dari beberapa riwayat atau literatur (meski kita belum sampai untuk menggunakan dalil literatur) juga menguatkan hal itu. Dia tahu segala hal yang dahulu sekarang atau mendatang.

G : Yah ada betulnya.

M : Nah yang membuat saya bingung, apakah pengetahuan Dia akan segala hal tidak bertentangan dengan adanya kebebasan atau kemampuan ikhtiar manusia?

G : Eleuh, eleuh pertanyaannya… kok jadi semakin hebat bin rumit nih. Dengan begini seorang guru dilarang untuk berhenti belajar…

G : Nah seperti biasanya, ada yang mau kasih komentar?

M : (diam pada bingung semua)

M : (setelah agak lama), ya pak saya pun pernah baca bahwa Nabi pun sering memberitakan kejadian-kejadian masa depan dari sahabatnya, baik itu mengenai kematiannya, peristiwa yang akan menimpanya, kondisinya saat itu, dst..

G : Nah tambah pusing kan? Seorang makhluk saja bisa mengetahui kejadian masa depan? Apalagi wajibul wujud…. Tetapi kembali ke pertanyaan tadi, apakah hal ini tidak bertentangan dengan kemampuan ikhtiar manusia?

M : (hening)

G : Hal ini sebenarnya bisa dijelaskan dengan beberapa metode…

G : Ada yang tahu kalkulator?

M : Ya pak.

G : Kalau 3 dipencet kemudian dipencet kali dan dipencet 4, kemudian dipencet =, saya bisa tahu yang akan muncul angka 12.

M : Ya pasti lah pak…

M : Anak SD aja tahu…

M : Huu u u u u

G : Nah itu salah satu contoh bahwa saya pun tahu hasil akhir, karena saya mengetahui karakteristik dari kalkulator.

G : Padahal wajibul wujud yang menciptakan semua karakteristik makhluk dari ilmunya. Maka Dia pasti tahu hasil akhirnya…

M : yah yah yah, masuk akal pak.

M : Tapi kayaknya contohnya kurang pas pak… Contoh tadi belum membuktikan adanya kebebasan pilihan dari manusia. Hanya memberikan gambaran jika sebab-sebab tertentu dilakukan, maka akan terjadi akibat tertentu…

M : mmm

M : yah pak, masih sebatas menggambarkan sebagai yang maha tahu saja.

M : Betuullllll

M : he he he he

G : Iya saya pun paham, makanya masih ada kelanjutannya, sabar dulu…

G : Saya mau tanya, apakah wajibul wujud terikat waktu?

M : Tidaaaaak

M : Karena yang menciptakan waktu adalah wajibul wujud…

G : Terus?

M : Maksudnya pak…

M : Ada yang tahu hubunngannya begitu?

G : yah, barangkali ada yang bisa menghubungkan dengan petunjuk sederhana tadi?

M : (hening, lama sekali)

G : Bukankah segala peristiwa berkaitan dengan waktu?

M : Yah betul…

M : Betul-betul dapat pak…

M : Bapak memang sangat pinter ….

M : Huuuuuu

G : Jadi gimana?

M : Menurut saya begini pak, tahu tidak ada hubungannya dengan memaksa. Apalagi tingkat tahu nya wajibul wujud. Karena wajibul wujud tidak terikat dengan waktu, maka Dia mengetahui apapun yang terjadi di segala waktu. Baik masa lalu masa sekarang atau mendatang, tetapi Dia tidak memaksa. Tahu tidak ada hubungannya dengan memaksa.

G : ya ya ya….

M : setuju pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: